Kamis, 06 Maret 2008

Langkah-Langkah sukses menjadi seorang pebisnis

Ahmad Gozali : ahli perencana keuangan keluarga, memberi tips sebelum memulai usaha :
* Memikirkan untung rugiApakah kegiatan usaha atau pekerjaan yang ditekuni justru lebih banyak menghabiskan uang dibandingkan jika tidak bekerja?. Misalnya, wirausaha membuat ibu harus mengeluarkan biaya untuk pemakaian telepon, listrik, biaya transportasi dan sebagainya, sehingga jika dihitung justru mendatangkan kerugian. Selain untung-rugi secara material, untung-rugi nonmaterial juga diperhitungkan. Misalnya, apakah usaha yang dijalankan membuat ibu justru kerap meninggalkan anak-anak?
* Menyiapkan modal usahaModal usaha dapat diperoleh melalui sebuah perencanaan matang, yaitu dengan menyisihkan sejumlah uang setiap bulan sehingga pada saat direncanakan, tabungan dapat digunakan sebagai modal. Sebaiknya modal juga merupakan tabungan yang sama sekali tidak dialokasikan untuk biaya tak terduga, dana darurat, maupun tabungan-tabungan bertujuan lain. Untuk ini Anda juga perlu mencermati risiko plus-minus berhutang. Konsultasikan hal ini pada ahli keuangan.
* Sesuai minat .Bidang usaha yang dikuasai dan diminati dapat mengurangi faktor risiko.• Melihat kebutuhan pasarCermati kompetitor. Apakah ada kompetitor dengan bidang usaha yang sama di lingkungan tempat ibu berusaha? Bagaimana animo masyarakat terhadap bidang usaha tersebut?
* Kreatif mencari diferensiasi usahaJika bidang usaha yang akan ibu lakukan banyak dijalankan beberapa kompetitor, cobalah kreatif mencari diferensiasi dari usaha yang sama. Seperti Yayu yang menyediakan buku bacaan bermutu dan alat komunikasi di setiap mobil antar-jemputnya. Atau, Indira yang menyediakan paket kursus spesial liburan.
* Mengantisipasikan berbagai masalah . Siapkan berbagai alternatif cara mengatasi masalah.
* Mulai dari yang kecil dan tidak butuh banyak modal.Usaha yang dimulai dari rumah biasanya lebih memudahkan ibu menjalankannya dengan risiko relatif lebih kecil dibanding menyewa tempat di luar rumah.

Jangan Lakukan!
Jangan mencampur aduk keuangan keluarga atau pribadi dengan keuangan usaha. Pisahkan secara tegas urusan rumah tangga dan urusan usaha. Misalnya, seorang ibu memasukkan anak ke TPA (Tempat Penitipan Anak) yang dikelolanya, ia harus memperlakukan si anak sama dengan anak lain. Anak harus dicatat sebagai konsumen yang juga dianggap membayar.

Kiat-kiat Bagi Pemula:
* Jangan punya usaha yang hanya bertarget semata-mata demi keuntungan.
* Terbuka terhadap saran dan kritik konsumen.

Indira Hadi:
* Keseriusan merupakan modal utama dalam berusaha, sekecil apa pun usaha tersebut.
* Manajemen waktu yang baik merupakan kunci sukses sehingga ibu sebaiknya menyeimbangkan waktu dalam mengurusi usaha, mengurus rumah tangga dan memenuhi kebutuhan pribadi, seperti bersosialisasi.
Bisnis dan Rumah Tangga Harus Seimbang

Dra. Farida Haryoko, M.Psi Staf pengajar Jurusan Psikologi Industri dan Organisasi, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia
*Kesempatan terjun di dunia usaha bagi seorang ibu memang terbuka lebar, dan semakin menggiurkan. Apalagi ada kemungkinan dapat melakukan usaha dari rumah, sehingga dapat sambil mengatur rumah tangga dan mengawasi anak-anak. Namun, bagi ibu pelaku usaha, bukan berarti jika bekerja di rumah waktu kerja semakin sedikit. Justru waktunya dapat tersita tanpa disadari karena komitmen menjalankan usahanya. Bukankah usaha itu milik sendiri sehingga hidup-mati usaha sangat tergantung pada tanggung jawab ibu sebagai pelaku usaha?
Tentunya ada waktu untuk keluarga yang dikorbankan. Untuk itu pelaku usaha harus pintar-pintar mengatur waktu untuk mengurus usaha dan waktu untuk mengurus rumah tangga. Selain itu, ibu juga harus mengkomunikasikan secara terbuka pada pasangan. Untungnya bersikap terbuka ini, ibu mendapat dukungan suami, sehingga bisa bertukar pikiran atau bahkan suami bisa turut berperan saat dibutuhkan.
Lebih dari itu, sebelum memulai usaha ibu harus benar-benar memikirkan tujuannya berwirausaha dan segala konsekuensinya. Semua ini perlu dilakukan untuk mengurangi konflik yang mungkin timbul saat menjalankan usaha.

Tidak ada komentar: